MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W

Assalamualaikum Warrahmatullahai wabarokatuh

Alhamdulillah rabbil ‘alamin. Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.

Mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, karena dia yang telah memberikan kenikmatan sehingga kita dapat berkumpul di sekolah ini dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat – sahabat beliau yang mulia. Pada hari ini semua umat muslim telah memperingati kelahiran dari sosok teladan terbaik sepanjang masa.

Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam keadilan. Beliau memerintahkan kita untuk berlaku adil dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai pendidik maupun siswa, kita memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai – nilai keadilan di lingkungan sekolah.

Maulid Nabi adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadikan keadilan sebagai bagian dari perjalanan pendidikan yang kita lakukan.

Marilah kita terus berjuang untuk keadilan, untuk memastikan bahwa setiap warga sekolah ini memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama.

Sekian sambutan dari saya, Wassalamualaikum Wr wb


PROYEK PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN PPRA

Program Kami Untuk Kurikulum Merdeka Untuk Penerapan Profil Pelajar Pancasila Dan Ppra Adalah Suara Demokrasi

Hari Kamis Tanggal 05 Oktober 2023 yang lalu  adalah hari yang spesial karena sedang diselenggarakannya  pemilo (Pemilihah OSIM) untuk masa bakti 2023/2024.

1) Pasangan Kelvin Al Farizki & Tedi Tia

2) Pasangan Mar’ah & Galuh Aletta

3) Pasangan Imah Rokhima & Lara Sinta Auliani

Dimenangkan oleh no nurut satu atas nama Kelvin Al Farizki & Tedi Tia dengan suara terbanyak 60% dari jumlah suara

MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2023

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hadirin peserta upacara yang saya hormati, seperti yang sudah kita ketahui pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2023 mengingatkan kita terhadap sejarah perjuangan ulama-santri di masa lalu. Bahkan, perjuangan ini dianggap sebagai hari penting ketika Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menetapkannya sebagai sebuah peringatan. Hingga saat ini, kita dapat melihat bagaimana sejarah tersebut diingat dan dirayakan setiap tahunnya pada 22 Oktober.

Para peserta upacara yang saya sanjungi, penetapan ini tentu tidak serta merta dibuat untuk mengingat sejarah saja. Lebih dari itu, kenangan tentang sosok tokoh-tokoh bangsa pada masa pasca kemerdekaan perlu kita ingat juga. Sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur, pahlawan yang berjihad kala itu berhasil membawa kita ke masa tenteram sekarang. Nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari, H.O.S Cokroaminoto, KH. Ahmad Dahlan, Maria Josephine Walanda, dan lain-lainnya patutnya kita kenang. Mereka telah berjuang demi masa depan, melawan penjajah yang ingin mendapatkan kembali tanah air yang saat itu sudah menyatakan merdeka.

Peserta upacara sekalian, resolusi jihad yang telah ditanamkan pada masa lalu sekali lagi harus kita syukuri. Kemerdekaan yang ingin direnggut dipertahankan dengan metode jihad fi sabilillah. Terlepas dari berbagai tokoh lain, para kiai serta santri-santrinya ikut menghalau pergerakan bangsa asing sehingga kemerdekaan dapat dipertahankan. Bukan hanya mempertahankan diri, namun bergerak maju untuk mengusir mereka semua. Kobaran semangat pun dapat terlihat dari berbagai gerakan di seluruh Indonesia. Para peserta upacara yang saya hormati, sejarah ini ternyata membawa persatuan bukan hanya di dalam satu kelompok agama saja. Akan tetapi, berhasil menyatukan seluruh golongan, kalangan, ras, atau mereka yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Salah satunya termasuk perbedaan yang berkaitan dengan keyakinan.

Dengan begitu, kita sepatutnya bisa mensyukuri pengadaan peringatan Hari Santri Nasional 2023 ini. Bukan hanya melihat dari sisi agama Islam untuk para kiai dan santri, tapi juga melihat bagaimana semua kalangan kala itu bergerak mencapai kesatuan Indonesia. Mari kita satukan kebersamaan atas nama Indonesia, memajukan negeri agar dapat berkompetisi di dunia global. Berbeda dari perjuangan perang masa lalu, kini ada beragam hal yang dapat kita lakukan untuk kemajuan Indonesia. Baiknya dengan mengingat sejarah perjuangan tersebut, kita dapat percaya diri untuk menghadapi dunia dinamis di masa depan. Saya kira cukup sekian amanat yang dapat saya sampaikan. Atas kekurangan dan kelebihannya saya ucapkan mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh